Keluar dari Rasa Didepak dan Diasingkan

Mungkin banyak yang mengira bahwa aku membuat alur kata yang tak jerlaskan, bikin sakit kepala yang selalu menyusahkan hingga cenat cenut tak tertahankan

Ini adalah lanjutan dari jendela dunia yang transparan yang membuatku kosong akan konflik air dan minyak yang tak bisa dijelaskan, tak jelas akan jadi apa untuk masa depan serta tak bisa menjadi sebuah pernyataan

 

Rasa nyaman membuat gelagap pemikiran, kekosongan idelogi yang turut menghayati hati dengan melembutkan, keputusasaan menjadi akibat dari semua yang menyesatkan dan menjadi bimbang karena indahnya huruf penekanan

Aku menjadi bagian dari gerombolan semut yang dibutakan, dan didorong dengan hawa nafsu yang sepatutnya dialihkan namun tak punya pilihan

 

Ketika aku masih mencari diri dengan banyak warna dari spidol permanent yang menyakiti, memicu perbebadatan yang menganjal di hari ini dengan beragam jarum dalam jerami

Tak banyak kulakukan pada saat dirundung dan dibohongi meskipun tahu akan kebernaran yang hakiki, intuisi membuka batin ku untuk mencerna keadaan dan memlih penerbangan untuk sampai ke tujuan tanpa dipatahkan dengan jeruji

 

Yah, jeruji menghambatku dengan fasis dan extrimis dalam diskriminasi, mempercepat untuk jadi babi yang rakus akan makanan tanpa gizi tak lupa divevoki dengan ujaran rasial dan kebohongan opini

Didepak dengan halus hingga kasar semua yang ku lalui hanyalah percobaan menguatkan diri, bahkan tertawa dengan semua rencana ke dalam tujuan dan ambisi

Apakah aku percaya dengan asa yang sudah dicaci maki?

 

Banyak jawaban yang belum terkuak dengan rasa diam ku untuk membela pedasnya rasa lobak, yang macet karna pengasah yang tak mau memotong dan menggretak

Mereka senang jika ego dan pengetahuannya akan merubah seseorang dengan kepala botak, namun digundulkan dengan titisan tinta hitam yang banyak

Mereka senang ketika berpemikiran dengan bentuk kotak, yang tujuannya demi bualan bahwa pernyataan bulan dirindukan katak

 

Menuju ke arah yang baik tentu bukan perkara mudah yang terkadang diibaraktkan pada iklan kripik kentang dengan rasa gurih dan renyah, namun tak seperti rasanya yang megugah tapi ada dalang dibalik ulat di apel merah

Hal semacam itu apakah menjadi petunjukk ku untuk menata sebuah arah, akankah menjadi penerungan?

 

Merasa dikurung dalam sangkar mestinya menjawab semua pertanyaan dengan benar, yang menjadi bukti dari sempitnya ruang dengan membangkitkan rasa tegar

Sekarang aku seperti burung elang dan terkadang seperti kura-kura petualang, jemariku seakan tak pernah lelah akan desakan untuk kembali terulang

 

Bebas dalam kata namun dalam arti yang lepas bukannya propaganda yang membekas, dengan masih terbawa dalam sisa-sia minyak gas yang dimana bisa menyulut api tanpa perkakas

Kepedihan menjadi alasan terbesar untuk kehancuran dan kandas, dengan membawa bendera putih di atas

 

Namun situasi menuntuku untuk pohon yang tak pantang tumbang, walaupun desakan angin yang berhembus untuk dari depan, samping dan belakang

 

Masih ada asa

Masih ada kenangan manis yang ada

Masih ada beragam persoalan yang menerpa

Masih banyaknya jendela-jendela baru yang terbuka

Masih banyaknya sudut pandang walaupun dengan transparanya sebuah kaca

Masih ada orang-orang yang tak bersembunyi dalam bayangan manis dan jelita

Masih ada rahmat dan kepervayaan sang pencipta

Sehingga sebuah alasan tak mampu untuk menghasut ke hubungan variabel yang tersedia

 

Namun ada satu keganjilan, mengapa masih jembarnya antara tak peka dengan rasa trauma?Bagaimana harus percaya dengan asumsi, intuisi, perdebatadan dan kontruktifnya saran yang membuat runtuhnya tembok penyesalan? Apakah aku harus menerima atau melawan dengan jiwa tak berdaya? Sulit untuk dirasa tapi jiwa tak mungkin mengisi kekosongan pemberontak massa 

Komentar

Postingan Populer