Dalam kiasan “Buruh Tinta”

 Seringkali, dibutakan dengan jerumusnya lingkungan pergaulan yang terlalu ambisi

Dikenal dengan konten yang menginspirasi

Berbincang dengan pejabat dan politisi

Mengenal sejumlah ribuan bahkan ratusan orang yang ditemui

 

Yah, merekalah yang melempar batu

Membuat semua orang untuk tahu

Bahwa dunia tidak sebatas aku dan kamu

Bahwa sisi lain dari kehidupan yang rapuh seperti abu

Yang gelap layaknya arang dari kayu

Dan yang menverahkan hingga melek akan kejadian pilu

 

Melawan hujan dan angin yang kencang

Menerobos bahayanya benvana yang sewaktu-waktu tumbang

Siap sedia dalam pahitnya deadline yang tertekang

Terus menggali dalamnya sisi lain dari topeng perang

Hingga berkorban demi motivasi anak muda tak pantang menyerah untuk selalu berjuang

 

Jahit demi jahit, sulaman demi sulaman

Merekalah yang menjadi salah satu pendorong perubahan

Dari yang gelap akan kontroversi yang dapat membuka subtansi kejadian

Dari yang terasa asing akan menjadi kebiasaan yang selalu hadir dalam sendi-sendi kehidupan

Lalu, bukankah mulia dihadapan Tuhan?

 

Dalam sejarah yang cenderung pekat, tulisan menjadi wadah yang selalu padat

Menempatkan pada pikiran kritis yang membara hingga yang terlihat jauh akan melekat

Menumbuhkan ambisi dan daya kritisi, hingga membuat revolusi meledak dan yang jauh menjadi dekat

Seperti dalam sebuah kue bundar coklat

Ada banyak sisi yang seharusnya bisa diulas dengan tepat

Yang tak semua bisa terang dalam melihat

Dan tak bisa menembus kesempitan yang sejatinya berat

 

Merekalahlah yang juga selalu mencerahkan

Melihat mana yang benar dan kebenaran

Melihat detail bukannya panggung yang didramakan

Melihat sisi-sisi yang sejatinya rapuh dan butuh pertolongan

Melihat orang-orang yang diabaikan

Dan melihat milyaran informasi yang tanpa pengaman

 

Namun tidak menutup kemungkinan yang ada  

Mereka juga yang memperburuk keadaan membara

Mereka yang membikin huru hara

Memprovokasi dengan retrorika

Dan menjadi trending topik yang mempesona

Sehingga menjadi tokoh yang berbahaya

 

Dikenal sebagai istilah tinta, yang dipekerjakan dengan upah yang sederhana

Dengan hanya menuruti SOP belaka, dengan setiap paragraf yang seharusnya bermakna

Salam dari yang bermimpi mengubah dunia

Semoga semesta akan selalu menyertainya.

 

Komentar

Postingan Populer