Pendidikan, antara Menggali Emas atau Homogenitas

Sudah terlalu kuno untuk memahami dengan pantas, apakah tujuan hidup hanya untuk menpercantik paras?

Semoga orang-orang yang mengerti mengenai integritas, pastinya menolak untuk berdiri dan berteriak “ kami butuh perubahan yang jelas”

 

Tantangan zaman mestinya berbaur dengan keseharian, namun dicela seakan tunduk pada sempitnya aturan

Dipupuk dengan beragam ideologi dan rumitnya birokrasi seakan menjadi hantu yang tak pernah hilang dari penampakan

 

Tentu menjadi sebuah keharusan untuk berproses untuk kemajuan, belajar menjadi kewajiban yang harus terus dilakukan

Pemahaman menjadi salah satu langkah untuk mengetahui rumitnya benang pemikiran  

Kerasnya akal, pikiran dan rasionalitas menjadi cara yang tepat untuk bergelut dengan permasalahan

Dan betapa seganya antara imajinasi dan sistemtisnya otak kiri dan otak kanan

 

Banyak yang bilang “ ketika sudah lulus sekolah tinggi, mengapa hanya beberapa sen yang datang menghampiri?”

“Apakah kurang pendidikan yang bertahun-tahun dijalani, kok malah berakhir menjadi pelayan korporasi?”

“Apakah demi gengsi, segala vara dilakukan demi pujian diri sendiri yang seharusnya menyasar pada orang yang berhak untuk diberi?”

Dengan banyak sekali asumsi yang bisa membuat menyakiti diri, bahwa kita lupa sebagai manusia yang seharusnya dipahami

 

Bukan saatnya saling menuduh, walaupun dengan banyaknya bukti yang terlalu jenuh

Bukan saatnya untuk mengeluh, tapi mendobrak dan mengganti warisan yang terlalu meneteskan peluh

 

Masih pada filsafat lama mengatakan jika seekor ikan berjalan pada daratan, bukankah dia adalah makhluk yang bodoh bukan?

Lalu, apa solusi dari semua kritik demi mengubah nasib, takdir dan merubah peradaban?

Banyak orang tak bisa menjelaskan, bahkan dengan lulusan terbaik yang selama ini dipuja dan diagung-agungkan

 

Mungkin sekolah menjadi salah satu jalur untuk meraih kesuksesan

Memahami berbagai macam pengetahuan yang sebenarnya minat dan bakatnya di nomorduakan

Dan semua pelajaran seakan dicekokki dengan nilai dan KKM yang menganvam

 

Tugas sehendaknya merupakan pengalaman pembelajaran

Bukannya semata-mata karena kewajiban, namun tenaga pendidiklah yang seharusnya menggali dari kesalahan

 

Pendidikan seharusnya dibekali dengan keahlian dengan skill yang mumpuni

Bukan hanya duduk, mendengarkan dan berharap nilai yang tinggi

Evaluasi menjadi dukungan penuh dari pihak berkontribusi

Orang tua menjadi garda terpenting dan terdepan untuk mengajari

 

Emas yang lahir dari dalamnya lobang kegelapan

Bukan karna mengeruk di dasar daratan

Ataupun jatuh dari langit karena keberuntungan

Dan diolah menjadi perhiasan yang unik berbalut kemewahan

Namun kesuksesan bukan berasal dari banyaknya harta

Bukan dengan ego yang menggelapkan mata

Bukan dengan ambisi yang menyala-nyala

Ataupun tujuan untuk mengambil alih dunia

 

Dengan betapa pengalihan konteks yang berkesan

Masih ada yang kuasa dengan kendali penuh dalam bayangan

Lupa dengan asal asul manusia yang dibutakan

 

Homogenitas masih menjadi titik point dari isu

Merubah sudut pandang dan perspektif yang berasal dari ilmu

Rasionalitas dan logika tidak cukup untuk mengetahui misteri dan abstarknya dunia itu

Sepatutnya sadar dan mengerti betapa luasnya kalbu 

Komentar

Postingan Populer