Menjadi Tua itu Pasti, Dewasa Mungkin Jadi
Yah, mungkin ungkapan sudah banyak dibicarakan sana-sini
Di forum-forum mengenai permasalahan diri
Seminar tentang rahasia untuk memperpanjang jiwa yang hakiki Hingga kotbhah dalam mengingat perbuatan yang telah diilhami
Banyak pertentangan
Banyak yang salah dalam tujuan
Banyak asumsi dan perdebatan
Banyak hal-hal untuk diputuskan
Banyak tenaga dan energi yang harus dikeluarkan
Sehingga maklum terus menerus dibayangi dengan keadaan
Selain dalam internal diri
Lingkungan juga mempengaruhi
Terlepas dari bayang-bayang ulat yang sembunyi dari duri
Keluarga, teman terdekat, sahabat hingga orang yang dicintai
Sepatutnya memberi inspirasi
Di luar sana
Masih terdapat banyak jutaan tanda tanya
Mungkin lelah ketika diceritakan semuanya
Namun masih terdapat dari benang merah yang ada
Apa definisi menjadi dewasa?
Apakah menjadi orang kaya dengan banyak kelimpahan? Apakah menjadi seseorang dengan kepala diikat dengan sorban? Apakah sosok inovator dengan menjadi ilmuwan? Apakah menjadi filantropi dengan gelimpangan demi kemanusiaan?
Setelah bertahun-tahun diamati
Semakin diterpa dengan banyak jawaban yang sudah dicari
Semakin beranak pinak dengan realita dan kondisi
Banyak fakta dan kebenaran yang tersembunyi
Bahkan terselip di logika pikiran yang sempit ini
Mungkin 21 tahun yang sedikit digempur
Semakin banyak belajar untuk membaur
Berdaptasi menjadi koendji untuk berangkat menjadi alur
Bukan seperti admin dagelan yang sukanya bikin pikiran kabur
Bukan seperti wakil rakyat yang sedang dipaksa tidur
Bukan seperti ilmuwan yang menvari emas dalam kasur
Bukan seperti robot yang sukanya kerja lembur
Terbersit dalam pikiran dan lubuk hati untuk terus melangkah
Katanya jurnalis kondang “ Hidup itu harus terus mengasah dan bukannya terus berkeluh kesah”

Komentar
Posting Komentar