Pohon Cemara Menghitam

Sejak dalam ditekan dan dibungkam

Perubahan menjadi akibat dari kebijakan yang sulam

Sebenarnya ada luka dibalik sejarah kelam

Yang menjadi bahan pemasukan ideologi untuk suatu tujuan busuk dan memupuk kejam

 

Tak pernah disangka, hingga 100 tahun berikutnya

Mengulang kejadian yang sama

Tapi lebih menyayat hati dan jiwa

Halus tapi begitu menusuk tanpa ada lawan yang sepada

 

Berawal dari sebuah tabir perjanjian, yang dibahas hanyalah akal bulus yang harus akan kekuasaan

Lalu menikam dan menindas dengan adu domba yang membingungkan

Aliansi menjadi payung dibalik hawa nafsu haus akan kekayaan

Menyulut api permusuhan sehingga banyak yang mati dari sebuah kepentingan

 

Dengan semua akibat, banyak sengsara karena kebencian yang tak bermanfaat

Semua orang jatuh sekarat, pengorbanan, hingga idealisme yang berkarat

Ambisi tak jauh beda dengan pergolakan akal dan nurasi berdebat

 

Ya, mungkin itu hanya masa lalu

Bukannya masa kini yang banyak intrik dan ilusi

Banyaknya tulisan opini hingga teori konspirasi

Walaupun dengan mirisnya di kondisi saat ini

 

Melawan musuh bukannya hal gampang

Apalagi tidak terlihat dengan gamblang

Secara akal akan tak masuk dalam kebenaran ilmiah yang matang

Secara metafisika bukankah sudah diveritakan sebelum zaman “ Penverahan” datang

Yang jadi benang merah, akahkah peristiwa ini akan terulang? Lalu apa skenerio kedepan dibalik tumpulnya pedang ?

 

Musim dingin, menjadi momok yang mematikan

Bukan hanya suhu yang dibawah standar tapi juga reaksi tubuh yang berlebihan

Serta alam pun ragu untuk menyerbukkan makanan

Di sisi lain hanya ketulusan dari putihnya salju yang menggembirakan

 

Lalu suasana suka cita dengan hangatnya ramah tamah

Kue jahe dibalut senyuman segera masalah lupa dan pasrah

Pernak-pernik bersolek dengan lampu yang indah

Namun jika melihat bintang berekor, nampak nya harus lari dan pergilah

 

Pohon cemara tak sama lagi dengan sebelumnya

Hanya meratapi namun masih memiliki akuisisi dalam doa

Dipaksa dengan penutup dengan nada sesak di dada

Hingga dikurung dan dipenjara, tapi dibalut dengan manisnya pesan dalam media

 

Hanya asumsi

Jangan percaya kalau itu benar dan dimengerti

Kebijaksaan akan mengantar menuju fakta yang abadi

Kebenaran akan terkuak dengan retrorika bohong supaya bisa dibohongi

 

Warna nya akan menghitam

Tak tahu apakah akan terjadi tanpa masalah runyam

Ataukah diksi untuk memperingatkan, bukan masalah balas dendam

Kesedihan menjadi akar persoalan yang mendalam 

Komentar

Postingan Populer