Inlander van Hollands

Ketika bertemu seseorang itu, entah ada suatu hal yang aneh

Bermata biru, berambut pirang dan bertubuh tinggi besar seperti ras Eropa totok dengan tatapan yang menyeleneh

 

Senyum ramah dengan menyapa semua orang didepanhya

Tak terbersit dalam pikirannya bahwa yang sebenarnya superior seperti yang katanya-katanya

Dengan kulit khas putih bersinar tanpa pandang bulu siapa dan apa, yang terpenting mereka manusia juga

 

Tak ada cibiran yang menyinari, tak sedikit tatapan sinis pribumi

Hanya perlakuan baik yang selalu menjadi senjata api

Akan tetapi ada satu hal yang menjadi ciri khas yang akan selalu diingat

Blangkon yang dipakai dan bahasa adiluhung membuat siapapun terpesona ketika pertama kali kenal dan dekat

Walaupun bukan terlahir dari bangsa yang kental akan budaya, tradisi dan kaya akan adat

 

Sejak kevil betapa kagumnya dengan indahnya alam nan hijau

Suasana sejuk tapi dibalut denga hangatnya masyarakat yang erat dan membaur tanpa kavau

Kebersamaan dan keharmonisan menjadi kebiasaan yang sudah menjadi rasa untuk bersatu

 

Ketika duduk di kursi taman dengan bunga-bunga yang memerah

Dan berkata tanah ini menjadi bagian dari serpihan surga yang terpendam dan diam resah

Menjadi perebutan dan tamaknya nafsu yang serba tak tau arah

 

Diam, Duduk dan Dengar

Hanyalah suatu hal sederhana untuk menggali rasa gusar

Tak peduli apa yang menimpa dan tentang siapa yang berkata kasar

Tetap melangkah walaupun jiwa tersentak dan berdiri tegar

 

Hanya sempat menitipkan salam dan nasihat

Lalu jam menunjukkan pukul empat 

Komentar

Postingan Populer