Dari Rumitnya Ranah Intuisi
Bukan berarti, hidup bukan tentang peristiwa penuh arti
Tapi kesenangan atau kesedihan itu hanya satu set krayon warna warni
Bukan berarti, hidup bukan tentang baik dan buruk
Tapi suatu kebenaran yang selalu dibenci nan terburuk
Dalam pahitnya tangis dan tawa
Akan jadi pertanda bahwa masih ada akal dan nurani yang masih berguna
Namun ketika bersembunyi, bukannya menjadi pekerjaan seorang pengecut bukan?
Tugasnya hanya menutupi bahkan jadi konspirasi yang menyeramkan
Tak peduli arti dari esensi logika, tak peduli hari cerah atau badai besar yang melanda, dan tak peduli dari kejamnya sebuah peristiwa yang membuat sakit kepala
Yang jadi pertanyaan, apakah semua ini dilakukan dengan pantas ?
Bukannya semakin lama tercium dengan busuknya bangkai tak berparas
Tapi semua itu mengesampingkan ego dan ambisi, bukanhya menjulur lidah demi kepentingan pribadi
Mungkin semua itu tak berarti, kejadian nyata mungkin juga bagian dari peristiwa yang sebenarnya hanya ilusi
Apalagi cibiran tanpa fakta dan melebar dengan omong kosong tak berarti
Jadi teringat dari sebuah pepatah yang memperjelas, bahwa yang kuat itu bukan dari besar melainkan dari isi dan kualitas
Manisnya wajah ketika menampilkan senyuman, bukan berarti lepas dari jerat perih kesengsaraan
Ketika terus menerus berverita, hanya di cap sebagai mencari sebuah perhatian
Ketika berteriak kencang, tak habis pikir bahwa akal sudah jatuh dan hilang
Ketika diam tak bersuara, hanya orang bodoh yang menangkap dikepalanya
Dan goncangan dalam lubuk hati, tak akan menjadi tenang sampai menjawab dari pertanyaan terdalam dari intuisi

Komentar
Posting Komentar