Masa yang Terulang
Lagi, lagi dan lagi, hanya kata dalam hati yang selalu pernah mengingatkan untuk tak kembali
Tak berharap banyak untuk selalu kuat dan tangguh, untuk selalu mengerti dan memahami disetiap intrik yang membuat rapuh
Hanya jadi seseorang yang periang, tak ingin menjadi pengecut yang selalu membuat gelagat gamblang
Sakit menjadi hal yang sudah biasa tanpa membilang
Ketika kembali ke masa itu, membuat jiwa akan selalu rapuh
Orang-orang yang selalu menghibur dan membimbing akan membuat seseorang super tangguh
Sulit memang dari jeratan pilu yang tak pernah meraih cita
Hanya sedikit dengan akrab tapi dibalik itu ada tujuan yang tak pernah ada sebelumnya
Tertawa, menjadi akibat dari lika liku yang merupakan frasa dari kesengsaraan yang berujung pada ego manusia
Masa itu hanya sedikit yang mengerti, bahwa di hari-hari itu sulit sekali untuk menunjukkan diri
Pagi dari pagi untuk tetap tersenyum dan menghibur orang lain dan diri sendiri
Apakah itu salah? Bagaimana teori yang menguatkan untuk membuat seseorang tangguh? Lalu, siapa yang harus dikorbankan demi impian tanpa mengeluh?
Mungkin ragu dalam kepastian yang mendalam
Hingga larut ke air yang jatuh ke ketanaman
Kejadian lucu itu berawal dari sebuah kondektur kereta
Dengan bunyi kereta yang bernada sendu tapi hanya penumpang hanya mendengarnya dengan berbeda
Hanya seroang diri yang menggerutu, melihat dan menyapa
Seakan ada orang lain yang menyangkalnya
Tak habis pikir bahwa masa itu akan kembali terulang
Dengan cara yang berbeda, dengan konflik yang menyulut dan dengan intrik yang selalu menantang
Dibayangi oleh kesalahan masa lalu, tapi tak pernah terbersit dalam noda hitam yang seakan hilang
Kondisi seperti itu, tak banyak orang yang mau dan menjadi pemenang
Mungkin ini sejak keheningan itu dari nasib dan campuran takdir
Yang membuat manusia sadar menjadi makhluk yang paling banyak memiliki sisi lain dan pengungkap tabir
Banyak kejadian yang telah dilewati, namun tak pernah bangkit dari pahtinya getir
Sudah berlama-lama tak gundah dengan pengalaman paling pahit
Mungkin hanya potongan film yang tak pernah terungkit
Hingga saatnya tiba, menyesal dalam batin yang sakit
Entah tak tahu atau menutupi topeng badut, hanya saja kenangan lama tak usah diungkit

Komentar
Posting Komentar