Jati Diri
Yah, bertahun-lamanya menunggu kondisi serba sulit ini
Resah, gelisah, tak nafsu akan dunia seakan menjadi akibat dari benang yang tak pernah lurus untuk disulami
Jalanan berlumpur dan berbatu, seakan menjadi makanan sehari-hari
Dua kata penyebab timbulnya rasa hampa dalam diri
Bukannya sakit, tapi ogah untuk menyempatkan kismis dalam roti isi
Rasanya mungkin biasa, tapi entah buah mini itu menjadi manis atau pahit tergantung dari prespektif dari dalam sebuah arti
Susah memang dipahami, dengan segala intrik yang berhalusinasi
Jika tak punya hal ini, orang-orang beranggapan bahwa tak punya jalan yang pasti
Dijelaskan bahwa manusia punya akal dan pikiran
Ego dan idealisme menjadi sebuah keharusan
Jati diri tanpa pandang rasionalitas, hanya sebagai tong kosong yang nyaring dan bikin rusaknya pendengaran
Tapi jika lepas dari pemikiran hati, jangan menyalahkan bahwa menjadi haus akan kehormatan
Jumlah yang tak pasti menjadikan hasrat gila untuk terus mendalami tentang makna
Konsolidasi dan Negosiasi terkadang lemah akan keputusan dalam balutan kondisi takdir dan jejuri yang tak terduga
Dengan frasa dan ramuan kata membelit rindu untuk jiwa yang tersiksa
Ditengah hujan dengan hujan rintih, bukan berarti ke dunia yang berbeda
Bukannya jadi parafrase dari kematian yang tak bisa terencana
Hampa terasa akan sebuah kehidupan tanpa arah mata angin untuk menuju ke hamparan bintang yang mempesona
Hanya harapan yang bisa berlaku, runyamnya sebuah masalah menjadi sebuah alasan yang tak ada artinya
Memang sendu dalam diam, tak mengenakkan dengan orang-orang dengungkan
Meratapi diri dengan penuh kebanggaan, tanpa dibalut perasaan yang seakan mencekam dan menakutkan
Tak tahu harus kemana, iman seakan goyah dengan ilusi dunia tanpa keadilan
Segudang pertanyaan, mungkin tak sempat menjadi jawaban
Segala hantaman seakan menjadi sebuah dilema, ketika itu menjadi sebuah ranah banyak orang disengsarakan
Tak banyak orang tahu, titik rasa dan pengabdian seakan dilupakan bahkan dihancurkan
Pengetahuan merupakan hal paling didewakan, senang rasanya ketika menemukan emas ditumpukkan tanah
Menggeruk dalamnya lobang dan seakan lirih dalam hujan gerimis yang tanpa pasang pendapat untuk menyanggah
Walaupun purnama mengerang jauh dari titisan bintang yang selalu melihat senyuman yang bikin pipi merah
Harus apa hari ini? Runyam, seakan haus akan semua perbedaan yang berdering hati

Komentar
Posting Komentar