Frasa dari Dunia yang Akan Berakhir
Dalam hati yang terdalam pasti bertanya-tanya, kapan semua ini hancur lebur seperti pasir?
Atau pasti mengira-ngira, apakah selama bertahan di tanah dengan memberi subtansi sejarah yang terukir?
Namun semuanya sudah dalam kitab-kitab suci yang jelas tanpa mengungkap tabir
Akhir dunia selalu dianggap seperti bencana alam yang melanda
Banjir, tanah longsor, angin topan, tsunami hingga ngamuknya gunung api Tambora
Dan beragam peristiwa yang tak sampai ke akal dan logika manusia
Miris rasanya, seketika bumi bernafas tanpa pada alurnya
Langit tanpa matahari yang terang merona
Hawa dingin yang kental akan sublimasi untuk segumpal glukosa
Krisis kepercayaan akan terus menerus mengena
Hingga kekacauan dimana-mana
Entah berapa tahun lagi kita dibohongi
Entah berapa aktivis yang menyerukan fakta yang ditutup-tutupi
Entah berapa benvana lagi untuk menyerukan betapa sakitnya bumi
Entah berapa lama kepercayaan di dalam hati yang sunyi
Entah berapa lama lagi tokoh agama yang sadar diri
Entah berapa narasi lagi untuk menenangkan jiwa yang dibui
Hingga berapa lama lagi kita hidup dalam drama panggung yang berilusi
Lalu, kapan kita bangkit dari tidur? Apakah semua kejadian ini hanyalah membual yang melebur? Atau seperti sayap burung dara yang lekas kabur?
Hakikat manusia dalam potensi diri
Nafsu dan haus akan kekuasaan seakan menjadi-jadi
Tak perlu siapa yang hendak turut mengikuti
Mungkin hanya ini, dari setitik manusia yang peduli

Komentar
Posting Komentar