Asa
Bangkit bukan berarti lelah dengan semua keadaan ini. Bukan seperti asa yang terlepas dari keyakinan, dan juga bukan air mata yang menetes tanpa rasa tersakiti.
Mungkin kutipan itu menjeremuskan semua orang, tapi hanya sirna dimakan hal yang bikin girang. Aku tertawa, tapi sudah kuduga aku mendendamnya.
Bukan berarti aku hanya terdiam dan tak menghiraukan. Tapi sebagai teman akan menjadi riang ketika temannya gembira tanpa alasan.
Kondisi ini tak menyulutku membisu, tapi aku takut menjadi diriku. Entah kenapa mimpi buruk akan selalu menyelimutiku
Hati hanya menunggu, akal akan halu dan bibir selau terkekang oleh diriku.
Suntuk, dengan kondisi dinamika drama yang mencurigai. Tak dapat terpikir bahwa suatu saat ada seseorang muncul dan menyapaku
Senyum akan melangihkan dunia, yang terkadang bikin lupa segalanya. Aku bemerasa hina, dan hanya ingin terlepas oleh fana. Tapi aku hanya manusia biasa
Kadang hati dan akal selalu berdebat, entah darimana hal itu bikin masalah jadi berat. Semakin menjadi larut
Kupikir, aku akan terus melaju. Sampai nyawa tak bisa bertahan pada jasad yang lugu, tapi harapan tak bisa menjadi peganganku
Aku ingin melihat luasnya dunia yang terkadang bikin semua orang lupa . Mungkin gaib tapi tak bisa laju dengan ideologi materialis yang serba harta
Aku ingin melihat tawa dari semua orang yang bahagia, dengan segala yang tercipta oleh rasa
Aku ingin melihat frasa dan sastra menjadi kebudayaan yang dihargai dan dihormati sebagai mestinya, bukannya sains dan teknologi yang terus memblenggunya
Bukan seperti radikal, tapi dalam konsep berpikir itu perlu untuk mengasah akal
Arti kemerdekaan akan melebur seperti amanah dalam jiwa. Dan pahlawan yang berjuang akan bangga
Tapi semua hanya metafora, bukan seperti asa dan impian setiap orang. Mungkin aku harus menunggu untuk hilang agar aku bebas dan periang

Komentar
Posting Komentar