12 Tahun Pengakuan

~Imagine of story

12 Tahun Pengakuan
Bukan seperti umur anak kerdil, tapi ini adalah perjalanku yang mungkin mungil. Entah kenapa jiwa ku semakin lama semakin meronta, dan beberapa aku ingin melampiaskan kemarahan jiwa.
Namun tak seperti yang dibayangkan, aku mungkin terlalu trust with people talking to me. Wow, it’s probably hurt to me _-. Namun kuharus bangkit dari kenyataan yang pahit.
Bukannya aku menutupi keadaan, namun hanya ingin hilang dari peredaran manusia. Aku merasa terbuang karena apa yang ada padaku, yang hanya menyusahkan dan dianggap “ divergent”
Aku memang seperti itu, as long as hanya jadi bahan jokes and aib yang seakan pernah terjadi sejak gunung api runtuh. Bukan manusia yang semudahnya judge and membuang seseorang itu.
Aku tau hal ini dianggap abnormal problem for traditional people, be useless when feel like that if you has best lesson dari sekolah. Lalu, apa ijazah dan gelarmu will be merubah seseorang itu?
Aku sadar sekarang, bukan hanya aku yang menderita dengan semua kondisi yang menimpaku saat ini, banyak orang yang merasa sepertiku. Namun, mereka mempunyai pilihan yang terbaik.
Hanya 12 tahun yang melelahkan, tak dapat dipungkiri aku adalah salah satu dari jutaan abnormal person in the world. Yah, itu bukan prestasi bukan
Aku hanya berusaha menjadi yang terbaik, dan kuusakan semaksimal mungkin. Berapa banyak yang kukorbankan akan hal ini? Waktu, itu yang paling berharga
Beberapa aku punya harapan sejak sadar, bahwa aku bisa menjalin hidupku seperti orang-orang. Membentuk sebuah keluarga terlihat sangat bahagia, walaupun aku hanya menatap
Namun seakan sirna ketika aku tau, perjuangan ku tak ada memberikan efek yang nyata. Hanya menghasilkan anger and more hater
Aku lelah, entah ala kadarnya menyerah. That enough and I’ll be myself and make lifes better than before. Gak perduli mau orang lain mau ngomong apa bullshit if you talking that true.
Aku hanya manusia biasa, yang lemah tak berdaya dan tak memiliki nafsu untuk menguasai bahkan mengendalikan. Aku bukan seperti itu

I’ve learn, menjadi orang baik bukan ditentukan siapa kamu, agama kamu, suku kamu atau lainnya, tapi kamu harus menentukan sendiri untuk menjadi orang baik
Tak peduli kamu disakiti atau tidak, itu tergantung kamu

Komentar

Postingan Populer