Kenangan Manis
~Voicetoheart
Kenangan Manis
Angan-anagan yang tak terbayang dengan semua rintih dan lirih yang tiada. Sungguh memang, jika orang yang aku cintai merana dan tak berbahagia. Hingga aku luput dengan kenangan-kenangan itu.
Pada hari itu, kadang 9 tahun perjalanan panjangku di sekolah. Dengan banyak pelajaran yang kuhadapi dan beberapa peristiwa yang tak pernah ku lupa sampai mati.
Kadang aku masih rindu, ketika aku masih tau tentang bermain itu menyenangkan. Tapi seburuk dugaanku dengan kata-kata pedas yang menerpaku waktu itu.
Aku sering membayangkan, betapa pedihnya kala itu. Rasa amarah dan benci menyelimutiku hingga tak ada ruang untuk menggapai semua mimpi-mimpiku.
Kala aku punya cita-cita, kadang indah rasanya seperti yang didambakan. Dengan segala canda, tawa, risau, susah, sedih dan segala suasana, tapi aku halu.
Aku merasa terasingkan, terbuang dan diasingkan. Hingga aku menemukan cahaya dibalik sebanyak kegelapan dimataku, Ilmu, Tnpa pandang bulu, aku terus melaju
Perlahan, aku mulai mengerti. Topeng adalah alasanku untuk mencari tau, bagaimana orang lain menyembunyikan tanpa ada yang tau.
Pintar memang, tapi aku lebih pintar. Aku paham bagaimana teknik itu bekerja dan melemahkan intuisi dan pola pikir yang bagiku standar tanpa adanya retrorika.
Gak penting memang, hingga akhirnya aku tau kondisi-kondisi yang setidaknya tak dimengerti semua orang. Tanpa sekolah tinggi, permainan ini akan belaku.
Menjelaskan bagaimana kekejaman dari sebuah peradaban. Ga mesti domba akan dimakan serigala, kadang domba lah yang memakan serigala
Kadang yang berkain putih, akan ada saaatnya ada goresan-goresan noda yang menghitam. Beberapa orang yang hanya tau itu
Yang katanya rapuh, namun ada tujuan dibalik itu. Ada hal-hal yang tidak kamu ketahui dalam nalar dan akal pikiranmu, hingga akhirnya menyesal dengan apa yang diperbuat dengan tatapan kosong yang karat
Tapi dasarnya, sama halnya mahkluk yang lain. Tak peduli siapa, tinggal dimana, dari latar belakang apa namun kekuatan yang jadi saksinya
Kekuatan itu yang mengontrol apapun yang disahutnya. Hingga hal yang pribadi sekalipun diembatnya. Sungguh kejam memang
Dan jangan lupa, sesuatu yang baik belum tentu benar. Yang benar belum tentu sesuai denga kepentingan. Masa bodo, dalam hatiku
Tak terlimtas kupikir, kata-kata itu bikin bertanya-tanya. Apa maksud itu? Apa tujuanmu menulis kata-kata yang begitu membingungkan?
Sulit menjelaskan memang, sontak mereka berkata, Apa tulisanmu ini menarik? Apa orang awan tau dengan kondisi kita seperti ini? Lantas bagaimana menjelaskannya?
Kenangan-kenangan manis kata orang, tapi entah bagi golongan orang tau akan hal itu. Mereka hanya tertawa dan becanda
Padahal penderitaan itu lebih dari segala penderitaan, bahkan lebih buruk daripada harta si pelit yang bertumpuk.
Kenangan manis memang, jika akhirnya merekalah yang mengubah duniaku, yang tadinya suram tapi kini ada butiran-butiran cahaya yang mendampingiku.
Dan merekalah yang membuat karya-karya hebat, tanpa peduli berapa besar yang mereka korbankan. Dan seberapa tangguh yang mereka perjuangkan
Tak pernah ada yang tau, tapi kenangan itu yang membuatku maju dan orang-orang itu yang selalu tau....

Komentar
Posting Komentar